Bijih besi laterit banyak terdapat di beberapa tempat di
Indonesia seperti pulau Sebuku, Gunung kukusan, Geronggang (Kalimantan
Selatan), Pomalaa (Sulawesi Tenggara), Halmahera, diperkirakan jumlah endapan
bijih besi laterit ini mencapai 950.000.000 ton dengan kandungan Fe 39,8 –
55,2%. Karakteristik bijih besi laterit memiliki kandungan besi yang rendah,
kandungan logam-logam pengotor seperti nikel, krom, kobal, mangan dan kandungan
air yang tinggi. Dengan karakteristik demikian bijih besi laterit hampir belum
dapat termanfaatkan dalam industri besi-baja. Pada umumnya industri besi baja
membutuhkan kadar besi 60-69%, sedangkan PT. Krakatau Steel membutuhkan bijih
dengan kandungan Fe minimum 65%. Pada saat ini belum ada tekologi yang efektif
dan ekonomis melakukan peningkatan kadar bijih besi jenis lateritik, yang dapat
memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri besi baja.
Terdapat beberapa teknologi yang telah diterapkan dan cukup
sukses meningkatkan kadar bijih besi tipe hematit dan magnetit. Metode
peningkatan kadar yang dapat diterapkan adalahmagnetizing roasting pada
umumnya menggunakan gas alam sebagai reduktor. Gas alam dikonversi menjadi gas
CO dan CO2 di dalam reformer dan diinjeksikan kedala tungku
reduksi dan metode flotasi baik flotasi buih maupun reverse flotation.
Pada metode flotasi buih mineral besi yang diapungkan sebagai konsentrat
sedangkan pada reverse flotation, mineral kotor berupa silikat yang
diapungkan sebagai konsentrat. Dari analisis kimia dapat diketahui kadar Fe
dalam bijih besi laterit adalah 41,88%, 0,499% Ni, 0,04% Co, 1,26% Cr, 9,46%
Al203, 18,47% SiO2. benefisiasi dengan magnetizing roasting menghasilkan
Fe di dalam konsentrat pemisah magnetit sebesar 66%. Perolehan Fe mencapai
65,66%. Kandungan silica baru dapat diturunkan dari 18,47% menjadi 10,65% dan
kandungan Al2O3 9,465 turun menjadi 6,57%. Sedangkan komposisi ampas adalah :
34,67%Fe, 18,70 SiO2, 16,21% Al2O3, 1,27% Cr, 0,013% Co dan 0,17%Ni. Pada
kondisi optimum percobaan flotasi biuh dihasilkan konsentrat berkadar 57,90%
Fe, 0,3% Ni, 6,30% SiO2 dan 2,06% Al2O3. sedangkan di dalam ampas terdapat
20,96% Fe dan 0,7% Ni. Kondisi optimum pada percobaan reverse flotationmenghasilkan
konsentrat berkadar 71,74% Fe.
Masalah kandungan pengotor berupa SiO2, Al2O3, Cr2O, Ni dan Co
adalah hal yang masih belum dapat memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku.
Perolehan Fe yang rendah hanya 58,76% menjadi kendala dalam mengaplikasi
teknologi benefisiasi baik flotasi maupunmagnetizing roasting.
Sponge iron yang dihasilkan berkadar Fe total 75,9% dan pig iron berkadar 95%
Fe sudah cukup optimum yang menunjukkan proses reduksi dapat berlangsung dengan
baik.***
ada yg jual material zircon khusus yg dari Bangka...
BalasHapussy berminat membeli.
kalau ada Hub. WA sy; Ardi -
082244445711
ada yg jual material zircon khusus yg dari Bangka...
BalasHapussy berminat membeli.
kalau ada Hub. WA sy; Ardi -
082244445711