Kelongsoran lereng
suatu lubang bukaan tambang dapat mengganggu kelancaran kegiatan penambangan,
oleh karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui aspek geoteknik lereng
tersebut dan juga kimia mineral batuan, supaya dapat diketahui cara penanggulan
yang baik dan cepat. Secara keseluruhan kondisi lereng dengan factor keamanan =
2,0 cukup stabil walaupun sering terjadian jatuhan material batuan, terutam
pada muka lereng yang tersusun oleh batu lempung hal ini disebabkan oleh
kandungan kimia dan mineral batu lempung yang kurang resisten terhadap
pelapukan.
Pelongsoran lereng
terjadi pada tambang batubara di kabupaten Berau, antara lain disebabkan oleh
kandungan mineral di dalam batu lempung berupa anti gorit, kuarsa grafit
haloysit, muskovit/eastonik, mika dan orlymanit yang mempunyai nilai pertahanan
yang rendah terhadap pelapukan.
Di samping hal
tersebut muka lereng yang tersususun atas batu lempung yang meski ginesanya
berasal dari batuan beku plutonik harus tetap diperhatikan, sebab batuan
tersebut memperlihatkan kandungan mineral kaolinit dan haloisit dalam tingkat
pelapukan moderat serta mempunyai kestabilan rendah terhadap pelapukan. Dalam
kondisi yang demikian itu, maka geometri lereng highwall PIT
C3 tetap dipertahankan seperti kondisi yang diniali ideal saat ini.
Untuk menanggulangi kelongsoran
di lokasi tersebut, dapat di ambil langkah teknis seperti pembersihan atau
pengambilan material yang mudah longsor dan stabilisasi mekanis.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar