Kamis, 22 Mei 2014

PENGOLAHAN MINERAL BESI LATERIT, POMALAA

Bijih besi laterit banyak terdapat di beberapa tempat di Indonesia seperti pulau Sebuku, Gunung kukusan, Geronggang (Kalimantan Selatan), Pomalaa (Sulawesi Tenggara), Halmahera, diperkirakan jumlah endapan bijih besi laterit ini mencapai 950.000.000 ton dengan kandungan Fe 39,8 – 55,2%. Karakteristik bijih besi laterit memiliki kandungan besi yang rendah, kandungan logam-logam pengotor seperti nikel, krom, kobal, mangan dan kandungan air yang tinggi. Dengan karakteristik demikian bijih besi laterit hampir belum dapat termanfaatkan dalam industri besi-baja. Pada umumnya industri besi baja membutuhkan kadar besi 60-69%, sedangkan PT. Krakatau Steel membutuhkan bijih dengan kandungan Fe minimum 65%. Pada saat ini belum ada tekologi yang efektif dan ekonomis melakukan peningkatan kadar bijih besi jenis lateritik, yang dapat memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri besi baja.
Terdapat beberapa teknologi yang telah diterapkan dan cukup sukses meningkatkan kadar bijih besi tipe hematit dan magnetit. Metode peningkatan kadar yang dapat diterapkan adalahmagnetizing roasting pada umumnya menggunakan gas alam sebagai reduktor. Gas alam dikonversi menjadi gas CO dan CO2 di dalam reformer dan diinjeksikan kedala tungku reduksi dan metode flotasi baik flotasi buih maupun reverse flotation. Pada metode flotasi buih mineral besi yang diapungkan sebagai konsentrat sedangkan pada reverse flotation, mineral kotor berupa silikat yang diapungkan sebagai konsentrat. Dari analisis kimia dapat diketahui kadar Fe dalam bijih besi laterit adalah 41,88%, 0,499% Ni, 0,04% Co, 1,26% Cr, 9,46% Al203, 18,47% SiO2. benefisiasi dengan magnetizing roasting menghasilkan Fe di dalam konsentrat pemisah magnetit sebesar 66%. Perolehan Fe mencapai 65,66%. Kandungan silica baru dapat diturunkan dari 18,47% menjadi 10,65% dan kandungan Al2O3 9,465 turun menjadi 6,57%. Sedangkan komposisi ampas adalah : 34,67%Fe, 18,70 SiO2, 16,21% Al2O3, 1,27% Cr, 0,013% Co dan 0,17%Ni. Pada kondisi optimum percobaan flotasi biuh dihasilkan konsentrat berkadar 57,90% Fe, 0,3% Ni, 6,30% SiO2 dan 2,06% Al2O3. sedangkan di dalam ampas terdapat 20,96% Fe dan 0,7% Ni. Kondisi optimum pada percobaan reverse flotationmenghasilkan konsentrat berkadar 71,74% Fe.
Masalah kandungan pengotor berupa SiO2, Al2O3, Cr2O, Ni dan Co adalah hal yang masih belum dapat memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku. Perolehan Fe yang rendah hanya 58,76% menjadi kendala dalam mengaplikasi teknologi benefisiasi  baik flotasi maupunmagnetizing roasting. Sponge iron yang dihasilkan berkadar Fe total 75,9% dan pig iron berkadar 95% Fe sudah cukup optimum yang menunjukkan proses reduksi dapat berlangsung dengan baik.***


2 komentar:

  1. ada yg jual material zircon khusus yg dari Bangka...
    sy berminat membeli.
    kalau ada Hub. WA sy; Ardi -
    082244445711

    BalasHapus
  2. ada yg jual material zircon khusus yg dari Bangka...
    sy berminat membeli.
    kalau ada Hub. WA sy; Ardi -
    082244445711

    BalasHapus